Menurut saya naik angkutan umum adalah cara yang paling mujarab sebagai terobosan untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara yang nantinya berujung pada global warming. Saya sangat berharap sekali tingkat kenyamanan sarana transportasi menjadi lebih baik agar cara pandang masyarakat berubah.
Singkat cerita, saya dari desa mau ke sebuah kota untuk menuntut ilmu, dari desa menuju kota saya harus transit bis selama 2 kali, atau naek 3 bis yang berbeda. tapi saya cukup naik bis satu kali saja karena selanjutnya nebeng temen, hehehe...
Namanya bus desa wajarlah dalemnya kotor, suaranya berisik. hal-hal seperti itu sudah saya maklumin namun yang menjadi permasalahan adalah ketepatan waktu, bus yang saya naiki kadang-kadang kencang kadang-kadang pelan. pak sopir malah disibukan telfon dengan teman-temannya, sering tanya atau memesan orang di pingir jalan nanti kalau bus "a" lewat gw kabarin ya, nanti bus "b" juga. entah apa yang di maksudkan pak sopir hingga demikian, hal ini tentunya mmembuat saya jengkel karena saya sampai ditempat tujuan jauh dari perkiraan saya. Belum lagi kasian sama teman saya yang lebih lama menunggu lebih dari waktu yang saya perkirakan.
Saya kira ini harus menjadi salah satu pekerjaan kantor pemerintah dalam membuat aturan-aturan (mengutamakan ketepatan waktu) dan standart kelayakan alat transportasi sehingga caara pandang masyarakat berubah dan mereka beralih ke transportasi umum. Jika masyarakat nyaman dengan alat transportasi saya rasa dengan sendirinya banyak kendaraan pribadi ditinggalkan. Dengan begitu sangat banyak sekali dampak positif.