Selasa, 01 Oktober 2013

Bus desa

Menurut saya naik angkutan umum adalah cara yang paling mujarab sebagai terobosan untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara yang nantinya berujung pada global warming. Saya sangat berharap sekali tingkat kenyamanan sarana transportasi menjadi lebih baik agar cara pandang masyarakat berubah.
Singkat cerita, saya dari desa mau ke sebuah kota untuk menuntut ilmu, dari desa menuju kota saya harus transit bis selama 2 kali, atau naek 3 bis yang berbeda. tapi saya cukup naik bis satu kali saja karena selanjutnya nebeng temen, hehehe...
Namanya bus desa wajarlah dalemnya kotor, suaranya berisik. hal-hal seperti itu sudah saya maklumin namun yang menjadi permasalahan adalah ketepatan waktu, bus yang saya naiki kadang-kadang kencang kadang-kadang pelan. pak sopir malah disibukan telfon dengan teman-temannya, sering tanya atau memesan orang di pingir jalan nanti kalau bus "a" lewat gw kabarin ya, nanti bus "b" juga. entah apa yang di maksudkan pak sopir hingga demikian,  hal ini tentunya mmembuat saya jengkel karena saya sampai ditempat tujuan jauh dari perkiraan saya. Belum lagi kasian sama teman saya yang lebih lama menunggu lebih dari waktu yang saya perkirakan.
Saya kira ini harus menjadi salah satu pekerjaan kantor pemerintah dalam membuat aturan-aturan (mengutamakan ketepatan waktu) dan standart kelayakan alat transportasi sehingga caara pandang masyarakat berubah dan mereka beralih ke transportasi umum. Jika masyarakat nyaman dengan alat transportasi saya rasa dengan sendirinya banyak kendaraan pribadi ditinggalkan. Dengan begitu sangat banyak sekali dampak positif.

Kamis, 26 September 2013

Pendidikan Indonesia

Dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, sistem didalamnya menurut saya kurang maksimum. Terkesan pemerintah hanya mempercayakan kepada staf-staf yang bekerja dalam bidang pendidikan dengan cara memberikan dana lebih kepada mereka untuk memenuhi keperluan dalam proses pembelajaran, namun pada kenyataantaannya tidak dijalankan dengan baik. Kebanyakan orang yang telah diberikan kepercayaan malah sibuk untuk mengikuti gaya hidup mengikuti trend atau perkembangan teknologi yang biasa disebut dengan globalisasi. hal ini cenderung melenceng jauh dengan harapan pemerintah. tapi tak sedikit pula atasan dari pengajar yang seharusnya mengamati kinerja pengajar juga mempergunakan dana yang diberikan oleh pusat untuk kepentingan pribadinya, besar kamungkinan juga mereka main mata dengan bawahan. Staf dalam pendidikan khususnya guru kurang memperhatikan, bagaimana peserta didik menjadi nyaman dikelas dalam proses berlangsungnya pembelajaran. Padahal peranan guru sangat penting bagi kualitas pendidikan di Indonesia.
Saat-saat ini banyak calon mahasiswa yang berlomba-lomba masuk  pada kejuruan keguruan karena adanya  sertifikasi yang diberikan oleh pemerintahan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Sertifikasi adalah penambahan gaji sebesar 1kali pokok gaji, dimana gaji yang lainnya diberikan beberapa bulan sekali. Hal tersebut diputuskan bapak presiden dengan maksud agar pendidik fokus dan tidak sibuk dengan hal lain untuk mencukupi kebutuhannya, namun kenyataan berkata lain, mereka tidak konsukuen dengan harapan bapak presiden. melihat apa yang telah terjadi kinerja guru-ru tetap sama atau tidak ada perubahan kinerjanya. Bahkan untuk memenuhi syarat sertifikasi, tak banyak guru-guru melakukan jalan pintas untuk mendapatkannya.