Kamis, 26 September 2013

Pendidikan Indonesia

Dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, sistem didalamnya menurut saya kurang maksimum. Terkesan pemerintah hanya mempercayakan kepada staf-staf yang bekerja dalam bidang pendidikan dengan cara memberikan dana lebih kepada mereka untuk memenuhi keperluan dalam proses pembelajaran, namun pada kenyataantaannya tidak dijalankan dengan baik. Kebanyakan orang yang telah diberikan kepercayaan malah sibuk untuk mengikuti gaya hidup mengikuti trend atau perkembangan teknologi yang biasa disebut dengan globalisasi. hal ini cenderung melenceng jauh dengan harapan pemerintah. tapi tak sedikit pula atasan dari pengajar yang seharusnya mengamati kinerja pengajar juga mempergunakan dana yang diberikan oleh pusat untuk kepentingan pribadinya, besar kamungkinan juga mereka main mata dengan bawahan. Staf dalam pendidikan khususnya guru kurang memperhatikan, bagaimana peserta didik menjadi nyaman dikelas dalam proses berlangsungnya pembelajaran. Padahal peranan guru sangat penting bagi kualitas pendidikan di Indonesia.
Saat-saat ini banyak calon mahasiswa yang berlomba-lomba masuk  pada kejuruan keguruan karena adanya  sertifikasi yang diberikan oleh pemerintahan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Sertifikasi adalah penambahan gaji sebesar 1kali pokok gaji, dimana gaji yang lainnya diberikan beberapa bulan sekali. Hal tersebut diputuskan bapak presiden dengan maksud agar pendidik fokus dan tidak sibuk dengan hal lain untuk mencukupi kebutuhannya, namun kenyataan berkata lain, mereka tidak konsukuen dengan harapan bapak presiden. melihat apa yang telah terjadi kinerja guru-ru tetap sama atau tidak ada perubahan kinerjanya. Bahkan untuk memenuhi syarat sertifikasi, tak banyak guru-guru melakukan jalan pintas untuk mendapatkannya.